Saya punya kebiasaan yang selalu lakukan setiap kali menumpang taksi ketika bepergian. Saya akan melihat name tag si supir taksi, membaca namanya, lalu mencoba menebak darimana asalnya. Dengan begitu, saya tidak akan mengantuk selama dalam perjalanan, pun saya juga jadi memiliki teman baru walaupun belum tentu bertemu lagi.
Sewaktu di jogja dulu, saya memang sempat belajar mind-reading dan telepati dari seorang guru di Banyu Semurup, Bantul, Yogyakarta. Nah, sejak belajar ilmu tersebut, yang saya alami malah sering tidak masuk diakal. Percaya atau tidak, dari sepuluh supir taksi yang saya ajak ngobrol dalam perjalanan, lima diantaranya memiliki ilmu yang lebih kuat.
Nah, suatu hari saya menumpang taksi dari sebuah mall ke rumah. Dan selama perjalanan saya dinasehati mulai dari soal agama hingga soal perempuan. Semua nasehat itu tepat mengena kesasaran. Habis rasanya ditelanjangi ilmu sendiri. Astaghfirullahaladzhim..
Hoo…. kita bisa ketemu guru di mana aja ya, dik Adit
Sopir taksi tiap hari ketemu orang yang berbeda2, dengarkan kisah yang berbeda2. Nggak heran pengalaman dan ilmunya banyak
@nonadita : blajar di bantul sana mbak..atau ke gunungjati..hehehe..klo mau lebih hebring lagi coba blajar di daerah sukabumi, ada yang namanya ilmu silat macan..tapi perlu komitmen dan konsistensi untuk belajar disana..karena akan dirajah dgn do’a..
@rajaali : awalnya dulu belajar untuk memudahkan komunikasi, haha..walaupun buat sebagian orang pasti berfikir kurang kerjaan atau bahkan gila..fyi, yang lucu telepatier biasanya menggunakan jaringan mereka untuk saling mengumpat..hahaha..
Kalau berkirim pesan lewat telepati dah paham, tapi yang misuh lewat telepati itu yang aku belum pernah kepikiran Dit